Penyebab Kegagalan Sistem Informasi Dan Peran Pemimpin Dalam E-Government



Penyebab Kegagalan Sistem Informasi
Sistem informasi bergantung pada sumber daya manusia/brainware (pemakai akhir dan pakar sistem informasi),hardware(mesin dan media),software (program dan prosedur), dataware (dasar data dan pengetahuan) serta netware/jaringan (media komunikasi dan dukungan jaringan) untuk melakukan input, pemrosesan, output, penyimpanan dan aktivitas pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi produk informasi (O’Brien, 2005).Model sistem informasi memperlihatkan hubungan antar komponen dan aktivitas sistem informasi. Semua system informasi menggunakan sumberdaya manusia, hardware, software, data dan jaringan untuk melakukan aktivitas input, pemrosesan,output, penyimpanan dan pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi informasi.
Sumber daya sistem informasi dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Sumber Daya Manusia (Brainware)
Manusia dibutuhkan untuk pengoperasian semua sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir (end user) dan pakar sistem informasi.
a. Pemakai Akhir / Pemakai / Klien (End User)
Adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang dihasilkan sistem tersebut. Meliputi pelanggan, tenaga penjualan, teknisi, staf administrasi, akuntan dan para manajer
b. Pakar Sistem Informasi (IS Specialists)
Adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Mereka meliputi analis sistem, pembuat software, operator sistem, dan personel tingkat manajerial, teknis dan staf administrasi SI lainnya.
2. Sumber Daya Perangkat Keras (Hardware)
Konsep sumber daya hardware meliputi semua peralatan dan bahan fisik yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Secara khusus sumber daya ini meliputi tidak hanya mesin (komputer dan perlengkapan lainnya) tetapi juga semua media data yaitu objek berwujud tempat data dicatat dari lembaran kertas hingga disk magnetis atau optikal.
3. Sumber Daya Perangkat Lunak (Software)
Konsep sumber daya software meliputi semua rangkaian perintah pemrosesan informasi. Konsep umum software meliputi tidak hanya serangkaian perintah operasi yang disebut program dengan hardware computer pengendalian dan langsung tetapi juga rangkaian perintah pemrosesan informasi yang disebut prosedur yang dibutuhkan orang-orang.
4. Sumber Daya Data (Dataware)
Sumber daya data harus dikelola secara efektif agar dapat memberi manfaat bagi pengguna akhir dalam sebuah organisasi. Sumber daya sistem informasi umumnya diatur, disimpan dan diakses oleh berbagai teknologi pengelolaan sumber daya data ke dalam :
1. Database yang menyimpan data yang telah diproses dan diatur.
2. Dasar pengetahuan yang menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk seperti fakta, peraturan, dan contoh kasus mengenai praktek bisnis yang baik
5. Sumber Daya Jaringan (Netware)
Konsep sumber daya jaringan menekankan bahwa teknologi komunikasi dan jaringan adalah komponen sumber daya dasar dari semua sistem informasi.
Menurut O’Brien (2005) keberhasilan sistem informasi tidak seharusnya diukur hanya melalui efisiensi biaya,waktu dan penggunaan sumber daya informasi. Keberhasilan juga harus diukur dari efektivitas teknologi informasi dalam mendukung strategi bisnis organisasi, memungkinkan proses bisnisnya, meningkatkan struktur organisasi dan budaya serta meningkatkan nilai pelanggan dan bisnis perusahaan. Rosemary Cafasaro dalam O’Brien (2009) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kesuksesan atau kegagalan penerapan sistem informasi dalam suatu organisasi atau perusahaan antara lain : dukungan manajemen eksekutif, keterlibatan end user (pemakai akhir), kejelasan penggunaan kebutuhan perusahaan, kematangan perencanaan dan harapan perusahaan yang nyata.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan sistem informasi antara lain: kurangnya input dari end user, tidak lengkapnya pernyataan kebutuhan dan spesifikasi, pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang senantiasa berubah-ubbah, kurangnya dukungan manajemen eksekutif serta inkompetensi secara teknologi.

1. Kurangnya input dari end user
Kurangnya keterlibatan end user pada saat proses perancangan sistem akan menemui kegagalan pada saat diterapkan karena terjadi kesenjangan atau gap antara pengguna dan perancang atau pakar SI. Kesenjangan itu timbul karena keduanya memiliki latar belakang dan kepentingan yang berbeda (user-designer
communication gap). Kesenjangan ini pada akhirnya akan menciptakan kegagalan dalam pelaksanaan system informasi.

2. Tidak lengkapnya pernyataan kebutuhan dan spesifikasi
Kebutuhan yang telah dirumuskan tersebut apabila tidak mendapatkan dukungan berupa infrastruktur yang memadai akan menyebabkan kegagalan pada sistem informasi.

3. Pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang senantiasa berubah-ubah
Penerapan sistem informasi pada suatu organisasi harus dilakukan perumusan dengan jelas tentang kebutuhan dan spesifikasi penggunan sistem informasi tersebut. Pernyataan kebutuhan yang tidak ditegaskan sejak awal akan berdampak negatif pada saat sistem informasi diimplementasikan dan pada akhirnya menemui kegagalan.

4. Kurangnya dukungan manajemen eksekutif
Apabila penerapan sistem informasi tidak mendapatkan dukungan dari beberapa unsur manajemen eksekutif sebagai pengambil keputusan maka penerapan sistem organisasi akan menemui kegagalan dan mengakibatkan dampak seperti : terjadi inefisiensi biaya, pelaksanaan penerapan sistem informasi melebihi target waktu yang telah ditentukan, kendala teknis serta kegagalan memperoleh manfaat yang diharapkan.

5. Inkompetensi secara teknologi
Penerapan dan pengembangan sistem informasi sangat membutuhkan peranan manusia sebagai brainware/operator. Apabila sumberdaya manusia dalam organisasi tidak memiliki kompetensi akan perkembangan teknologi yang semakin maju maka penerapan sistem informasi akan mengalami kesulitan. Sistem informasi yang tidak sesuai dengan kemampuan SDM akan mengakibatkan pelaksanaan system informasi menghadapi kegagalan.

6. Perencanaan yang tidak tepat dan tidak matang
Pengembangan dan penerapan sistem informasi yang tidak didukung oleh perencanaan yang matang tidak akan mampu menjadi mediator antara berbagai keinginan dan kepentingan dalam suatu organisasi. Sistem yang tidak memiliki road map yang jelas tidak mampu menjadi pegangan dalam melaksanakan system informasi sesuai tujuan organisasi. Sistem informasi yang tidak dirancang sesuai kebutuhan organisasi pada akhirnya akan menemui kegagalan dalam penerapannya dan hanya menimbulkan inefisiensi dalam hal biaya, waktu dan tenaga.

Peran Pemimpin Dalam E-Government
Bagi sebagian besar daerah, faktor penyebab kegagalan pengembangan e-Gov di Indonesia bisa berasal dari faktor kepemimpinan. Faktor kepemimpinan dipengaruhi oleh timbulnya konflik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, peraturan yang kurang mendukung/berpihak, alokasi anggaran yang kurang memadai serta pembakuan atau standarisasi sistem yang tidak jelas. Seluruh faktor ditentukan oleh komitmen para pemimpin atau pejabat bagi tercapainya pelaksanaan e-Gov dalam hal ini adalah Gubernur,Bupati, atau Walikota di daerah yang bersangkutan. Oleh karena itu faktor kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting bagi penerapan dan pemanfaatan e-Gov.

            Peran pemimpin dalam hal kebijakan dan peraturan yang diberikan kepada karyawannya sangatlah berpengaruh terhadap kinerja perusahan dan moral para karyawan , oleh sebab itu pemimpin haruslah memiliki kepekaan dan prinsip yang jelas dan tepat untuk mengukur seberapa besar permasalahan ataupun target yang akan mereka capai. 

Previous
Next Post »