Halaman

Selasa, 23 April 2019

sejarah terjadinya kliring, tujuan dan manfaat kliring, dan istilah-istilah dalam kliring

SEJARAH KLIRING
· 10 Sept ’81   : Kliring Lokal secara manual
· Awal 1990    : Kliring Lokal secara otomatis + bantuan mesin baca pilah (reader sorter) +/- 1000 warkat/menit.
· 18 Sept ’98   : Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ) 8 Bank
· 18 Juni ’01    : SKEJ seluruh Jakarta
· 22 Juli ’05     : Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

TUJUAN DAN MANFAAT KLIRING
Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia antara lain :
1.      Memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral
2.      Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien
3.      Salah satu pelayanan bank kepada nasabah .

Manfaat Kliring antara lain :
·         Bagi masyarakat, memberikan alternatif pembayaran (transfer of value) efektif dan efisien dan aman.
·         Bagi bank, merupakan salah satu advantage service kepada nasabah, menjadi fee based income.
·         Bagi Bank Sentral dapat secara cepat dan akurat mengetahui kondisi keuangan suatu bank maupun transaksi-transaksi yang terjadi di masyarakat.

ISTILAH-ISTILAH DALAM KLIRING
Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :
1. Tolakan kliring      : tolakan atas warkat
2. Postdated Cheque  : tanggal Cek/BG belum jatuh tempo (Titipan)
3. Cross Clearing        : Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima penarik dari setoran cek bank lain
4. Call Money               : pinjaman bagi bank yang kalah kliring (maks 7 hr).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar